Medialabuanbajo.com,- Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai, Yosef Hasmi dan Largus Nala, turun langsung meninjau pekerjaan ruas jalan Rampasasa-Compang Cibal, Kecamatan Cibal Barat, Sabtu 22 November 2025.
Kunjungan anggota DPRD dari Fraksi PAN dan dari Fraksi Demokrat itu setelah mendapatkan keluhan warga terkait kualitas pekerjaan ruas tersebut.
Largus Nala atau Arlan Nala dari Fraksi Demokrat mengungkapkan menemukan sejumlah kejanggalan dalam pengerjaan ruas jalan yang dikerjakan oleh CV Watu Waja itu.
Padahal pekerjaan tersebut menelan anggaran Rp. 1.484.885.900 dengan konsultan pengawas CV. Mandira Design Konsultan.
“Setelah kita melihat langsung kondisi di lapangan tadi memang ada beberapa titik yang saya temukan ada kejanggalan dan diduga kerja tidak sesuai spesifikasi” katanya.
Sebab itu, Arlan minta kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai maupun kontraktor pelaksana agar segera memperbaiki kerusakan tersebut.
Habiskan Anggaran Miliaran, Lapen di Cibal Barat Hanya Seumur Jagung
Arlan berharap agar proyek yang dibangun menghasilkan jalan yang bagus dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Jangan menghakimi alam dan menjadikannya sebagai alasan. Bahwa proyek ini memang tidak berkualitas,” ucap Arlan.
Sebab menurutnya, sebelum proyek dilaksanakan, didahului dengan perencanaan yang matang, seluruh kondisi di lapangan harus dibahas dan diantisipasi sejak awal.
“Jadi jangan jadikan alam sebagai alasan atas hasil kerja yang tidak berkualitas” tutupnya.
Arlan juga memberikan apresiasi atas keberanian warga yang menyampaikan protes saat menemukan kejanggalan dalam pekerjaan proyek pemerintah.
“Sehingga dengan itu kita semua membuka mata dan akhirnya hari saya datang pantau langsung untuk memastikan kualitas proyek ini,” katanya.
Sementara Yosef Hasmi mengatakan, kedatangannya untuk melakukan pengawasan dan kontrol terhadap proyek pembangunan pemerintah.
“Hal ini sesuai dengan tugas dan kapasitas saya sebagai anggota DPRD,” kata ketua DPD PAN Manggarai itu.
Yosef Hasmi mengatakan, kunjungan itu juga sebagai bentuk respon atas keluhan masyarakat terkait kualitas pekerjaan ruas jalan Rampasasa-Compang Cibal. Keluhan itu terkait sistem kerja dan jenis material yang digunakan. Warga menduga material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi.
“Tugas kami adalah mengawasi apakah pekerjaan proyek sudah sesuai aturan atau tidak. Artinya, kualitas pekerjaan harus benar-benar sesuai spesifikasi. Sehingga tidak merugikan kontraktor dan masyarakat penerima manfaat,” tegasnya.
Yosef menjelaskan membangun infrastruktur merupakan investasi jangka panjang untuk kepentingan masyarakat umum. Sehingga kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas.
“Tapi kalau kualitas infrastruktur model seperti ini baru selesai dikerjakan beberapa bulan yang lalu tapi sekarang sudah rusak lagi, lalu bagaimana kita harapkan generasi yang akan datang bisa menikmatinya hasil pembangunan sekarang. Kita dorong agar kualitas pekerjaan jalan ini sesuai apa yang kit harapkan, tentu dalam hal ini sesuai dengan anggaran yang ada,” pungkasnya.
Ia berharap kontraktor pelaksana agar segera memperbaiki kerusakan yang terjadi demi mutu pembangunan infrastruktur di Manggarai.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai, Citra mengakui adanya kerusakan di sejumlah titik pada pengerjaan ruas jalan tersebut.
“Hasil pengecekan di lokasi tadi, kerusakan terjadi pada beberapa titik dan rekanan bersedia untuk memperbaiki” katanya kepada Medialabuanbajo, Sabtu 22 November 2025 malam.
Menurut Citra, pekerjaan itu sudah sesuai spesifikasi dan material yang digunakan sudah melalui uji laboratorium.
Kerusakan yang terjadi karena adanya rembesan air hujan yang terkandung dalam lapisan bawah tanah jalan, yang terdorong ke atas permukaan jalan melalui celah-celah kecil pada lapisan aspal.
“Yang dalam hal ini disebut dengan istilah pumping sehingga menyebabkan kerusakan pada lapisan aspal” katanya.
Sementara itu kontraktor pelaksana, Ino Polce mengaku siap memperbaik sejumlah titik yang rusak sesuai dengan rekomendasi PPK. (*)















