Berita  

PSSI: Antusiasme Anak‑anak Manggarai Barat Jadi Awal yang Baik bagi Sepak Bola NTT

Medialabuanbajo.com,- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelar Grassroots Football Festival di Stadion Ora Flobamora, Labuan Bajo, Sabtu 29 November 2025 pagi.

Empat coach educator, termasuk Markus Horison, Aldi Iqbal, Ruly Nere, dan Patrick Domal, menjadi pusat perhatian dalam sesi latihan intensif yang melibatkan sekitar 150 anak usia 10-13 tahun dan 20 pelatih profesional dari seluruh NTT.

Ratusan anak-anak tersebut menampilkan antusiasme yang disebut PSSI sebagai “sinyal kuat” bahwa Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah siap menyumbang pemain untuk Timnas Indonesia.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Lusi, menilai semangat anak‑anak Manggarai Barat dalam berolahraga sangat bagus dan bersemangat.

“Mudah‑mudahan ini menjadi awal yang baik untuk masa depan sepak bola NTT,” ujarnya.

Yunus menambahkan bahwa PSSI berharap ke depan akan ada lebih banyak pemain asal NTT yang masuk ke skuad tim nasional.

“Kami yakin NTT selalu memiliki potensi dan bakat yang bagus. Pemain handal, pemain timnas, biasanya muncul dari infrastruktur dan lapangan yang bagus,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Yunus juga menyoroti kebutuhan fasilitas olahraga di Manggarai Barat.

Ia berharap pemerintah Provinisi NTT dan Kabupaten Manggarai Barat dapat membangun mini‑stadion berstandar yang memadai untuk anak‑anak setempat.

Sebab menurutnya, pemain sepak bola handal dan pemain hebat yang mempunyai skil yang bagus biasanya muncul dari infrastruktur dan lapangan yang bagus.

“Kami berharap Bupati dapat memberikan dukungan dengan membangun stadion yang tidak terlalu besar, dilengkapi rumput dan tribun yang bagus,” tuturnya.

Selain itu, Yunus mengusulkan agar Labuan Bajo dijadikan home base bagi klub Liga 3 atau liga 2.

“Masyarakat Manggarai Raya sangat menyukai sepak bola; setiap ada pertandingan biasanya hadir ribuan penonton. Peluang ini tidak boleh disia‑siakan,” imbuhnya.

Yunus menuturkan adanya usulan dari PSSI NTT dan PSSI Manggarai Barat untuk membangun stadion berstandar internasional di Labuan Bajo.

Ia berharap Bupati dapat melobi pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR agar memperoleh dukungan dan bantuan untuk proyek tersebut.

“Stadion ini juga akan mendukung pariwisata di daerah,” katanya.

Dengan antusiasme yang tinggi dan harapan akan peningkatan infrastruktur, PSSI optimistis bahwa Manggarai Barat dapat menjadi salah satu pusat talenta sepak bola di NTT dalam beberapa tahun ke depan.

Pelatih sepak bola Markus Horison menutup kegiatan pelatihan dengan harapan besar agar materi yang diberikan dapat menjadi landasan bagi anak‑anak setempat menjadi pemain profesional.

“Kami memberikan beberapa materi, seperti passing, dribbling, shooting, dan sparring. Saya berharap ilmu ini dapat dimanfaatkan oleh peserta sehingga mereka dapat berkarier di level yang lebih tinggi,” ujar Horison.

Horison juga mengajak PSSI Kabupaten Manggarai Barat untuk terus mengadakan program serupa.

“Saya berharap kegiatan grasroot atau turnamen usia dini dapat diselenggarakan secara rutin. Ini sangat penting untuk menyeimbangkan kualitas latihan di Labuan Bajo dengan yang ada di kota‑kota besar,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sinergi antar‑stakeholder sepak bola di Nusa Tenggara Timur sangat diperlukan.

“Semua pihak harus bersatu, bergotong‑royong, agar anak‑anak NTT dapat mengembangkan potensi mereka menjadi pemain profesional,” tutupnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan anak usia dini ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan talenta sepak bola di wilayah barat Manggarai, sekaligus memperkuat jaringan pembinaan usia muda di tingkat provinsi.

Manggarai Barat Butuh Stadion Berstandar Nasional

Sebelumnya, Ketua Askab PSSI Manggarai Barat, Marianus Yono Jehanu, menyoroti ketiadaan stadion berstandar nasional atau internasional di Manggarai Barat.

“Ini tantangan besar. Kita harus memiliki stadion yang layak. Dengan dukungan semua pihak, saya percaya mimpi ini bisa terwujud,” tegas Yono di hadapan Sekretaris Jenderal PSSI Pusat, Yunus Lusi, yang sedang berkunjung ke Labuan Bajo.

Yono berharap kehadiran Yunus Lusi dapat membuka pintu bagi pembangunan stadion representatif yang tidak hanya meningkatkan kualitas kompetisi dan pembinaan, tetapi juga memberi dampak positif bagi pariwisata daerah.

“Stadion yang baik akan menjadi sarana bagi generasi muda untuk berlatih, mengadakan turnamen, dan menarik wisatawan,” ujarnya.

Yono mengajak seluruh pengurus PSSI untuk bekerja lebih inovatif, meninggalkan pola kerja lama, dan fokus pada hasil. Ia optimistis bahwa kepengurusan periode kedua ini dapat menghadirkan perubahan nyata bagi perkembangan sepak bola Manggarai Barat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *