News  

Kepala Sekolah dan Kepala Desa Berpesta Sabu

​Medialabuanbajo.com– Sebuah tamparan keras kembali menghujam wajah dunia pendidikan dan pemerintahan desa. Di saat masyarakat mengharapkan keteladanan, dua sosok yang seharusnya menjadi figur moral—seorang Kepala Sekolah (ADI) dan seorang Kepala Desa (NA)—justru terjaring dalam penggerebekan pesta narkoba jenis sabu oleh Satresnarkoba Polres.

​Ironisnya, di tengah upaya negara memerangi darurat narkoba, dua oknum pejabat ini justru asyik memuaskan nafsu candu mereka. Polisi berhasil menyita barang bukti yang sangat signifikan, yakni belasan gram sabu beserta alat hisapnya.

​Tindakan kedua oknum ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan sebuah bentuk pengkhianatan yang nyata. Sebagai Kepala Sekolah, ADI adalah nahkoda yang seharusnya membimbing moral dan masa depan generasi muda. Bagaimana mungkin seorang pendidik bisa menanamkan nilai-nilai luhur dan antinarkoba kepada siswa, sementara tangan yang sama memegang alat hisap sabu? Ini adalah bentuk pelecehan terhadap dunia pendidikan yang tak termaafkan.

​Begitu pula dengan NA, sang Kepala Desa. Sebagai pemimpin di tingkat akar rumput, ia memegang kepercayaan penuh dari rakyatnya untuk membangun desa. Namun, alih-alih memberikan contoh integritas, ia justru tenggelam dalam gaya hidup kriminal yang merusak tatanan sosial masyarakat yang dipimpinnya.

​Publik kini menuntut tindakan tegas. Tidak ada ruang bagi aparat penegak hukum untuk memberikan kompromi. Sanksi pidana maksimal harus dijatuhkan agar memberikan efek jera, mengingat status mereka sebagai pejabat publik yang seharusnya memiliki beban moral lebih besar daripada warga biasa.

​Selain proses hukum, pemecatan secara tidak hormat dari jabatan mereka adalah harga mati. Institusi pendidikan dan pemerintahan tidak boleh dicemari oleh oknum bermental rusak yang lebih memilih menjadi budak narkoba daripada pelayan masyarakat.

​Negara ini tidak kekurangan orang pintar, tapi sangat krisis akan orang jujur dan bermoral. Kasus ini adalah pengingat pahit bahwa musuh terbesar bangsa bukan hanya pengedar dari luar, melainkan rusaknya mentalitas para pemegang amanah di dalam negeri sendiri.

Sumber : https://www.merdeka.com

Lokasi Kejadian. : Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus, Lampung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *