Berita  

Arlan Nala Desak Pemda Manggarai Gerak Cepat Tangani Banjir di Rahong Utara

Medialabuanbajo.com,– Anggota DPRD Manggarai, Largus Nala, S.IP, mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dalam menangani bencana banjir yang melanda Desa Manong, Kecamatan Rahong Utara.

Bencana tersebut berdampak pada sedikitnya 28 kepala keluarga (KK) dengan total kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 89.500.000.

Banjir bandang dipicu oleh tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, yang menyebabkan luapan air menerjang sejumlah dusun, yakni Dusun Laru, Lada, dan Garang di Desa Manong.

Peristiwa banjir pertama terjadi pada Senin, 6 April 2024, yang telah menimbulkan kerugian bagi warga. 

Namun, bencana kembali terulang pada Sabtu (11/4/2026) dengan dampak yang lebih parah. Air bercampur lumpur bahkan masuk ke dalam rumah warga, sehingga mengganggu aktivitas dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Saya mendapatkan informasi dari keluarga di Rahong Utara bahwa aktivitas masyarakat terganggu akibat bencana beberapa hari terakhir. Di sisi lain, pemerintah belum hadir dengan penanganan yang pasti,” ungkap Politisi Demokrat yang akrab disapa Arlan Nala, melalui pesan WhatsApp, Senin (13/4/2026) sore.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat itu menegaskan bahwa penanganan bencana merupakan tanggung jawab pemerintah yang tidak bisa ditunda.

“Bencana alam adalah peristiwa yang tidak terencana dan tidak bisa ditawar. Ketika sudah terjadi dan masyarakat terdampak, maka pemerintah wajib segera turun tangan,” tegasnya.

Arlan juga meminta agar pemerintah tidak hanya fokus pada bantuan darurat, tetapi juga mengambil langkah strategis untuk mencegah banjir susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi.

Ia turut mendesak dinas-dinas terkait yang telah menerima laporan dari Pemerintah Desa Manong agar segera merespons secara serius.

“Saya juga mendesak dinas terkait untuk segera menindaklanjuti laporan dari pemerintah desa. Kebutuhan warga dan kondisi darurat harus direspons cepat,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta Dinas PUPR Kabupaten Manggarai untuk segera mengidentifikasi kerusakan infrastruktur pascabencana, seperti drainase, gorong-gorong, dan jalan lapen yang terdampak.

Sementara itu, warga terdampak berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, baik dalam bentuk bantuan logistik maupun penanganan jangka panjang guna meminimalisir risiko bencana serupa di masa mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *