Medialabuanbajo.com,- Pekerjaan rehabilitasi ruas jalan Rampasasa – Compang Cibal sudah mulai alami kerusakan di sejumlah titik, padahal baru beberapa hari selesai di kerjakan.
Proyek yang dikerjakan oleh CV Watu Waja itu bersumber dari Dana Alokasi Umum 2025 dengan nilai kontrak Rp1.484.885.900. Konsultan pengawas adalah CV Mandira Design Konsultan.
Kendati belum Parovisional Hand Over (PHO) secara keseluruhan, namun bagian lapen yang sudah dikerjakan alami retak di sejumlah titik, permukaan aspal mudah terkelupas, sekalipun hanya dicungkil gunakan jari tangan.
Kerusakan itu sempat ramai diperbincangkan saat salah seorang warga mebagikan video yang diunggah dalam paltform media Facebook.
Dalam video itu tampak dengan mudah mereka mencungkil permukaan lapen menggunakan jari tangan, permukaan lapen begitu mudah terkelupas.
Saat permukaan berhasil dicungkil, bukannya temukan lapisan batu dibawahnya, tetapi justeru tanah yang masih basah. Hal itu diduga karena pekerjaannya tidak mengikuti standar.
Postingan itupun mendapatkan beragam tanggapan dari warganet. Mereka menyebut kontraktor hanya mengejar untung dari pekerjaan itu, tatapi tidak memperhatikan kualitas.
Namun, beberapa jam setelah hal itu ramai dibicarakan, tiba-tiba postingan itu hilang dari beranda facebook.
Hasil penelusuran Medialabuanbajo, pengunggah video itu diancam akan dilaporkan ke pihak kepolisian oleh Kontraktor pelaksana, dengan tuduhan merusak fasilitas negara.
“Kemarin dia (Kontrakto Pelaksana) klarifikasi, dan dia kirim Undang-Undang pengursakan kepada saya” kata warga pengunggah video kepada Medialabuanbajo.
DPRD Manggarai Cek Lokasi
Menanggapi keluhan warga, Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai, Yosef Hasmi dan Largus Nala, turun langsung meninjau ruas jalan tersebut pada Sabtu, 22 November 2025.
Peninjauan dilakukan menyusul sorotan warga Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, dua hari sebelumnya terkait kualitas pengerjaan proyek tersebut.
Yosef Hasmi, anggota DPRD dari Fraksi PAN mengatakan, kehadirannya merupakan bagian dari tugas pengawasan terhadap proyek pembangunan pemerintah.
“Hal ini sesuai dengan tugas dan kapasitas saya sebagai anggota DPRD,” kata ketua DPD PAN Manggarai itu.
Ia menyampaikan tinjauan dilakukan setelah menerima keluhan warga mengenai sistem kerja dan jenis material yang digunakan. Warga menduga material yang dipakai tidak sesuai spesifikasi.
“Tugas kami adalah mengawasi apakah pekerjaan proyek sudah sesuai aturan atau tidak. Artinya, kualitas pekerjaan harus benar-benar sesuai spesifikasi. Sehingga tidak merugikan kontraktor dan masyarakat penerima manfaat,” tegasnya.
Yosef menambahkan, pembangunan infrastruktur merupakan investasi jangka panjang untuk kepentingan masyarakat. Namun ia menyayangkan jika kualitas pekerjaan buruk hingga menyebabkan kerusakan hanya beberapa bulan setelah proyek selesai.
“Kita dorong agar kualitas pekerjaan jalan ini sesuai apa yang kit harapkan, tentu dalam hal ini sesuai dengan anggaran yang ada,” pungkasnya.
Ia berharap kontraktor segera memperbaiki kerusakan demi menjaga mutu infrastruktur di Manggarai.
Sementara itu, anggota DPRD dari Fraksi Demokrat, Largus Nala atau Arlan Nala mengapresiasi langkah warga yang berani membongkar lapen yang dianggap tidak berkualitas.
“Sehingga dengan itu kita semua membuka mata dan akhirnya hari saya datang pantau langsung untuk memastikan kualitas proyek ini,” kata Arlan.
Arlan mengaku menemukan beberapa titik yang janggal dan diduga tidak sesuai spesifikasi.
Ia meminta PPK Dinas PUPR Kabupaten Manggarai maupun kontraktor untuk segera memperbaiki kerusakan yang ada.
Arlan menegaskan, proyek harus menghasilkan jalan yang baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Jangan menghakimi alam sebagai alasan bahwa kualitas proyek ini tidak berkualitas,” ucap Arlan.
Ia menambahkan, proyek telah melibatkan tim teknis dan konsultan yang memahami kondisi lapangan, sehingga alasan teknis seharusnya tidak menjadi dalih atas kualitas yang buruk.
“Jadi jangan alasan sebagai hasil kerja yang tidak berkualitas,” tutupnya.
Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai, Citra memilih bungkam soal kualitas pekerjaan tersebut.
Medialabuanbajo sudah beberapa lagi berupaya mengubuhunginya, baik datangi langsung ke Dinas PU maupun melalui pesan WhatsApp, namun ia memilih bungkam, pasan WhatsApp terkirim dan centang dua namun tidka dibalas.
Sebelumnya Kontraktor Pelaksana, Ino Polce mengaku kerusakan itu disebabkan karena kondisi tanah yang labil dan banyak banyaknya kendaraan yang melintas. Ia juga siap memperbaiki sejumlah titik yang mengalami kerusakan. (*)















