
Medialabuanbajo.com – Kejadian lucu mewarnai pertemuan Kang Dedi Mulyadi dengan masyarakat Manggarai Barat. Membuka percakapan dengan niat menghormati adat setempat, KDM mencoba menggunakan bahasa Manggarai yang langsung memicu gelak tawa riuh dari warga yang hadir.
Momen “Ema-Ende” yang Tak Terduga
KDM membuka sambutannya dengan menyapa, “Buat Ema sama Ende…”. Bagi masyarakat Manggarai, Ema dan Ende adalah panggilan penuh hormat untuk Ayah dan Ibu. Namun, dasar KDM yang memang jago memancing tawa, ia tidak berhenti di situ. Dengan wajah polos nan jenaka, ia menyambungnya menjadi: “…buat yang lama dan yang gede”.,🤣🤣🤣
Sontak saja, permainan kata yang menyamakan bunyi “Ema” dengan “Lama” dan “Ende” dengan “Gede” ini membuat warga Manggarai Barat yang berkumpul langsung pecah dalam tawa terbahak-bahak. Suasana yang tadinya formal pun berubah menjadi sangat akrab dan penuh kekeluargaan.
Pesan di Balik Tawa
Meski dibumbui candaan, KDM tetap menyampaikan rasa kagumnya yang mendalam terhadap budaya setempat:
- Belajar Ketangguhan: KDM mengaku belajar banyak tentang ketangguhan, kesungguhan, kelincahan, hingga keikhlasan masyarakat Flores.
- Filosofi Tenun: Ia mengapresiasi para penenun dengan menyebut bahwa hanya orang-orang sabar yang mampu menghasilkan kain tenun yang indah.
- Persaudaraan Tanpa Batas: KDM menegaskan bahwa pertemuan tersebut adalah bukti nyata bahwa semua adalah saudara dalam satu tanah air Indonesia.
Acara ditutup dengan sangat hangat. Setelah mendoakan agar semua yang hadir selalu bahagia, KDM mengakhiri sambutannya dengan seruan khas Jawa Barat, “Sampurasun!” yang dijawab dengan kompak dan penuh semangat oleh warga Flores.
