Berita  

Kerja Lapen Asal Jadi di Satarmese, DPRD: Potret Buruk yang Memalukan Pemda Manggarai

Medialabuanbajo.com,- Anggota DPRD Kabupaten Manggarai, Largus Nala soroti pekerjaan lapen yang dinilai asal jadi di ruas jalan simpang Paka–Langgo di Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pasalnya, proyek yang dikerjakan oleh CV Wae Nunang dengan nilai kontrak Rp1.490.006.200 itu sudah mulai rusak, kendati baru beberapa hari setelah dikerjakan. Permukaannya mudah terkelupas, meski hanya dicungkil menggunakan jari tangan.

“Saya menyesalkan ulah kontraktor yang kerja asal jadi sehingga hasilnya tidak berkualitas.  Ini adalah potret buruk yang memalukan pemerintah daerah” tegas Arlan, sapaan akrab Largus Nala, Selasa 18 November 2025.

Warga Satarmese Protes Pekerjaan Lapen Asal Jadi, PPK Tuding Warga Sebagai Dalang

Politisi Demokrat itu meminta Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai lakukan evaluasi internal, mulai dari perencanaan sampai pada pelaksanaan di lapangan.

Menurut Arlan, kalau hasilnya tidak berkualitas maka bisa dipastikan dalam pekerjaannya tidak sesuai spesifikasi.

“Saya minta dengan tegas PPK jangan mempersalahkan masyarakat yang membongkar jalan itu. Lakukan evaluasi internal, bagian perencanaan dan pengawasan proyek itu berlangsung.  Kerja sesuai spesifikasi tercermin dalam hasil kerja yang berkualitas” tegasnya.

Ia mendesak Dinas PU Kabupaten Manggarai untuk perintahkan kontaktor pelaksanan segerak lakukan perbaikan terhadap sejumlah ruas jalan yang rusak.

“Saya minta kontraktor pelaksana segera melakukan perbaikan dan kerja ulang. Bukan hanya di Satarmese, di Kecamatan Rahong Utara (Muwur-Bapa-Wunis) dan di Reok (Ruis-Copu). Segera lakukan perbaikan atau pengerjaan ulang” katanya.

Arlan juga meminta Dinas PU Kabupaten Manggarai untuk melakukan evaluasi terhadap kontraktor pelaksana.

“Saya akan terus mengkawal persoalan ini kalau juga tidak diperbaik maka saya akan mendorong agar para kontraktor ini atau bendera pemenang tender ini di blacklist atau tidak diperkenankan jadi mitra pemerintah lagi ke depan” tutupnya.

Baru beberapa hari selesai dikerjakan, lapisan penetrasi (Lapen) di ruas jalan simpang Paka–Langgo di Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah mulai rusak.

Proyek yang dikerjakan oleh CV Wae Nunang dengan nilai kontrak Rp1.490.006.200 itu diduga asal jadi.

Sebelumnya, kerusakan lapen ruas jalan simpang Paka–Langgo di Kecamatan Satarmese itu dikeluhkan warga Desa Golo Muntas, Alosius Jenudin. Ia menilai kualitas pekerjaan tidak sesuai standar karena mudah rusak dan bisa dicungkil dengan jari tangan.

Ia meminta kontraktor pelaksana memperbaiki kembali pekerjaan tersebut.

“Berharap pihak Dinas PUPR Manggarai, untuk segera turun lokasi agar mengecek kondisi lapen tersebut,” desaknya.

Alosius juga mengaku mendapat intimidasi dari pengawas lapangan akibat protesnya. Ia menirukan ucapan pengawas yang menuduhnya melanggar ketentuan.

“Bapak Alosius kau itu melanggar pasal menghalangi pekerjaan, meski demikian pengawas lapangan itu tidak menjelaskan pasal nomor berapa yang dimaksud,” kata Alosius menirukan pengawas tersebut.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai, Citra menyatakan, pekerjaan tersebut sudah diselesaikan.

Ia membantah kerusakan terjadi karena kualitas buruk.

“Masyarakat yang bongkar sudah minta maaf Jumat kemarin dan sudah perbaiki yang rusak,” jawab Citra, Minggu 16 November 2025.

Citra juga mengklaim bahwa kerusakan bukan disebabkan mutu pekerjaan, melainkan karena adanya pembongkaran oleh warga setempat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *