Berita  

Manager Persamba Minta Evaluasi Wasit Jelang 16 Besar ETMC 2025

Medialabuanbajo.com,- Manager Persatuan Sebak Bola Manggarai Barat (Persamba), Upeng Arjon meminta panitia penyelenggara El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV untuk melakukan evaluasi terhadap wasit sebelum mulai babak 16 besar.

Sebab menurutnya, beberapa keputusan wasit selama babak penyisihan grup ETMC 2025 dinilai merugikan tim Persamba.

Puncaknya pada laga terakhir babak penyisihan grup F, saat Persamba melawan Bintang Timur Atambua, yang berlangsung di Stadion Mariolonga, Kabupaten Ende pada Jumat 21 November 2025 malam.

Pertandingan itu berubah panas setelah terjadi kericuhan minor akibat protes keras dari kubu Persamba terhadap keputusan wasit utama,  Doni Pilemonmth Goa.

Sejak awal laga, tensi sudah terasa tinggi. Situasi mulai memanas ketika Manager Persamba, Yuvens Harapan Arjon atau akrab disapa Upeng, meluapkan kemarahannya terkait serangkaian keputusan wasit yang dinilai kontroversial dan merugikan timnya.

Dari bangku cadangan, protes keras dilayangkan kepada perangkat pertandingan, namun tidak digubris oleh wasit.

Insiden memuncak pada menit 09:50 babak pertama. Dari area bench Persamba, Upeng melakukan protes keras terhadap keputusan wasit yang dianggap tidak objektif. Adu mulut tak terhindarkan. Wasit Dony P Goa kemudian mengeluarkan kartu kuning kepada sang manajer.

Namun protes berlanjut. Situasi makin panas hingga terjadi aksi dorong antara beberapa official dan panitia pertandingan. Aparat kepolisian pun turun tangan menghalau keributan.

Dalam kondisi memanas itu, wasit kembali mengambil keputusan tegas: kartu merah untuk Manager Persamba, Upeng.

Pertandingan sempat molor hampir satu menit akibat insiden tersebut. Setelah menerima kartu merah, Upeng meninggalkan area teknis dan duduk di tribun penonton sambil tetap mengawasi jalannya laga.

Upeng Arjon, Manager Persamba.

Usai pertandingan, Upeng memberikan penjelasan terkait insiden yang membuatnya harus terusir dari bench Persamba.

“Keputusan kartu merah memang karena protes berlebihan, tapi ada alasannya. Di awal babak pertama, pemain BTA menyikut pemain kami sampai kena ulu hati. Wasit beri pelanggaran tapi tanpa kartu. Tidak lama, pemain yang sama menyiku lagi pemain kami sampai harus dapat pertolongan medis dan pakai oksigen, tetap tidak diberi kartu. Itu yang membuat saya tidak terima,” jelas Upeng, Minggu, 23 November 2025.

Upeng menegaskan bahwa ia memprotes ke wasit keempat karena menilai keamanan dan keselamatan pemainnya tidak dilindungi oleh perangkat pertandingan.

“Kalau ada apa-apa dengan pemain saya bagaimana? Saya jaga marwah Manggarai Barat. Saya dapat kartu merah pun tidak masalah daripada anak-anak saya di lapangan tidak dapat keadilan,” tegasnya.

Upeng berharap kejadian seperti ini tidak terulang, terutama saat memasuki fase gugur ETMC XXXIV Ende 2025.

“Saya minta wasit dievaluasi. Jangan ada tim yang dirugikan lagi di 16 besar. Dan kalau bisa, masuk 8 besar pakai wasit dari luar, bahkan lebih bagus lagi kalau wasit Liga 1,” harapnya.

Persamba Kalahkan BTA 

Kendati sempat diwarnai sejumlah insiden, pertandingan antara Persamba melawan Bintang Timur Atambua (BTA) tetap berlangsung seru sejak awal pertandingan.

Kedua tim saling jual beli serangan sejak menit awal, namun upaya serangan yang dilakukan BTA tak mampu menjebol gawang Persamba, begitupun sebaliknya.

Sebelum turun minum, pada menit ke-40 Persamba berhasil memecahkan kebuntuhan. Spekulasi tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti, pemain nomor punggung 9, Angga Asnandi berhasil menjebol gawang BTA. Skor menjadi 1-0.

Tak membutuhkan waktu lama, pada menit ke-41, Bintang Timur Atambua berhasil menyamakan kedudukan. Pemain nomor punggung 23, Zefri Selfian Poring berhasil memanfaatkan bola kemelut di depang gawang Persamba dari sepak pojok. Tendagannya tak mampu ditepis kiper Persamba. Hasil imbang bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak ke dua, kedua tim tampil ngotot. Pada menit ke-70, Persamba berhasil mencetak gol kedua pada pertandingan tersebut. Fransiskus Lado, Pemain nomor punggung 7, melewati beberapa pemain bertahan Bintang Timur Atambua dan berhasil mencetak gol.

Persamba berhasil memperlebar jarak pada menit ke-83. Angga Asnandi kembali mencatatkan namanya di papan skor. Sontekan kaki kiri pemain nomor punggung 9 itu tak mampu dijangkau oleh Kiper Bintang Timur Atambua.

Unggul dua poin atas BTA, Persamba makin percaya diri dan mendominasi permainan. BTA sempat beberapa kali berupaya untuk memperkecil jarak, namun tak mampu menembus pertahanan Persamba.

Hingga pluit panjang dibunyikan, Persamba berhasil mempertahankan keungglannya, skor 3-1. Dengan kemenangan ini, persamba kokoh di puncak klasemen Grup F dengan koleksi 9 poin dari total 3 pertandingan.

Manager Persamba, Upeng Arjon mengaku bangga atas keberhasilan Persamba mengalahkan Juara Bertahan ETMC 2024, Bintang Timur Atambua.

Apalagi dengan kemenangan itu, Persamba menjadi tim yang tak terkalahkan dalam babak penyisihan grup F, mereka selalui tampil maksimal.

“Ini hasil yang sangat luar biasa karena Persamba mendapat nilai sempurna dengan tiga kali kemenangan, point 9 di babak penyisihan” katanya, Sabtu 22 November 2025.

Kendati dipastikan lolos ke 16 besar setelah menang pada pertandingan kedua, Persamba tetap ngotot untuk meraih tiga poin pada laga terakhir penyisihan grup.

Hal itu menurut Upeng sebagai bentuk konsistensi penampilan permainan Persamba. Berhasil mengalahkan juara bertahan ETMC, menambah kepercayaan diri pemain Persamba untuk pertandingan selanjutnya.

“Walaupun Persamba sudah lolos sebelum lawan BTA, tetapi target kami mendapat poin yang sempurna dan malam ini terjawab. Ini semua berkat kerja keras dan kekompakan tim” katanya.

Upeng mengungkapkan pihaknya selalu fokus untuk setiap pertandingan dan tidak pernah menganggap remeh lawan, karena baginya setiap pertandingan adalah final.

“Kami tetap fokus pertandingan 16 besar lawan PS Kota Kupang pada Rabu mendatang, jangan terlalu euforia karena 4 tangga lagi menuju final dan juara” katanya.

Upeng juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlah mendukung dan mendoakan Persamba hingga capai ke titik ini.

“Terima kasih Tuhan, terima kasih buat tim dan official. Terima kasih juga untuk Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, Ketua Askab PSSI Mabar dan seluruh masyarakat Manggarai Barat serta para pendukung Persamba di manapun berada” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *