Medialabuanbajo.com,- Ketua PSSI Provinsi Nusa Tenggara Timur, Petrus Christian Mboeik, secara resmi melantik Marianus Yono Jehanu kembali sebagai Ketua Askab PSSI Kabupaten Manggarai Barat untuk periode 2025‑2029.
Pelantikan yang berlangsung di Labuan Bajo itu disaksikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Musi, serta Sekretaris PSSI Provinsi NTT, Abdul Muis.
Dalam sambutannya, Christian Mboeik menegaskan bahwa sepak bola di Manggarai Barat harus bertransformasi menjadi sumber ekonomi dan identitas budaya.
“Sepak bola tidak boleh berhenti hanya sebagai pertandingan, melainkan harus menjadi ruang kreasi ekonomi dan identitas daerah,” katanya.
Mboeik menilai potensi sepak bola Manggarai Barat masih belum dimaksimalkan. Ia mengajak pengurus Askab untuk berpikir melampaui rutinitas kompetisi.
“Kita perlu berpikir lebih jauh, lebih besar, menciptakan destinasi baru. Sepak bola tidak hanya soal pertandingan, tapi harus bisa menjadi sumber pendapatan desa dan menghidupkan potensi daerah,” tegasnya.
Mboeik juga menyoroti pentingnya infrastruktur berstandar internasional sebagai prasyarat bagi kompetisi yang lebih kompetitif dan menarik perhatian nasional.
“Kita harus menjawab kebutuhan lapangan‑lapangan berstandar internasional. Itu akan membuka peluang besar, bahkan bisa menghasilkan gelanggang dan industri baru,” ujarnya.
Menurutnya, sepak bola adalah kekuatan pemersatu yang mampu menarik perhatian Presiden dan melahirkan prestasi di berbagai level.
Ia mengajak seluruh pengurus Askab PSSI Manggarai Barat untuk tidak hanya berfokus pada seremonial, melainkan menciptakan ekosistem sepak bola yang hidup.
“Sepak bola itu mempersatukan. Jangan berhenti di sini; pikir besar. Sepak bola bisa membangun komunitas, memberi pendapatan, dan menghidupkan desa,” tambahnya.
Pelantikan tersebut menandai periode kepemimpinan baru bagi Askab PSSI Manggarai Barat, dengan harapan dapat mengubah wajah sepak bola daerah menjadi pilar ekonomi dan kebanggaan budaya.
Bekerja Lebih Cepat dan Inovatif
Ketua Askab PSSI Manggarai Barat, Marianus Yono Jehanu, menegaskan komitmennya melanjutkan program‑program yang sempat tertunda pada periode pertamanya (2019‑2024).
Yono mengakui beberapa tantangan utama yang masih dihadapi Askab PSSI Manggarai Barat.
Kekurangan pelatih berlisensi, Yono mencatat minimnya pelatih berlisensi D, C, B, dan A di Manggarai Barat.
“Pembinaan belum maksimal. Kini kita fokus pada pengembangan pemain usia dini dan peningkatan kualitas pelatih,” ujarnya.
Stadion berstandar nasional, Yono mengungkapkan, belum adanya stadion yang memenuhi standar nasional menjadi masalah utama.
Ia berharap kehadiran Sekretaris Jenderal PSSI Pusat dapat mempercepat pembangunan fasilitas tersebut.
“Kita harus memiliki stadion yang layak. Dengan dukungan semua pihak, mimpi ini bisa terwujud,” katanya.
Yono menjelaskan bahwa pemilihan ketua pada periode ini mengikuti regulasi baru PSSI, yaitu penunjukan langsung oleh PSSI Provinsi NTT tanpa melalui kongres.
“Hal ini menjadi amanah untuk bekerja lebih cepat dan terukur,” tuturnya.
Yono juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat selama periode pertama dan meminta sinergi yang lebih erat pada periode kedua.
“Kami berterima kasih kepada Pemkab Manggarai Barat atas dukungan di periode pertama. Pada periode ini, kami butuh kerja sama lebih erat lagi,” tambahnya.
Dengan mengusung semangat inovasi, Yono optimistis kepengurusan baru dapat membawa perubahan nyata bagi sepak bola Manggarai Barat.
Ia menekankan bahwa sepak bola harus menjadi penggerak talenta sekaligus ekonomi lokal, serta menegaskan bahwa kepemimpinan yang konsisten akan menjadi kunci dalam mewujudkan lompatan besar, khususnya dalam pembinaan usia dini dan kompetisi.
Pelantikan Yono Jehanu menandai fase baru bagi Askab PSSI Manggarai Barat, di mana harapan publik tertumpu pada percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelatih, dan pemanfaatan potensi ekonomi melalui olahraga.
Pelantikan Ketua Askab PSSI Manggarai Barat dihadiri berbagai unsur pemerintah dan Forkopimda, menegaskan dukungan lintas sektor terhadap agenda pembangunan sepak bola di wilayah tersebut.
Hadir antara lain, Sekretaris Daerah Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo; Ketua Pengadilan Negeri Labuan Bajo; Perwakilan Dandim 1630; Perwakilan Polres Manggarai Barat; Jajaran pejabat pemerintah daerah.
Kehadiran lengkap unsur Forkompinda menunjukkan bahwa sepak bola kini menjadi bagian integral dari strategi pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi Kabupaten Manggarai Barat. (*)















