Medialabuanbajo.com,- Ketua Yayasan Bakti Kampung Halaman (YBKH), Christo Mario Yosephino Pranda atau Mario Pranda melakukan kunjungan ke area pertanian jagung di Konang, Desa Watu Umpu, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, pada Jumat (20/3/2025).
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memberikan penguatan kepada para petani, sekaligus meyakinkan para petani soal prospek komoditi jagung yang sangat menjanjikan untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.
Melalui Yayasan Bakti Kampung Halaman (YBKH), Mario Pranda menegaskan komitmennya untuk membina dan mendampingi para petani jagung di wilayah Manggarai Barat.
YBKH juga akan melakukan pembinaan secara komprehensif, seperti bantuan pengadaan bibit unggul; edukasi pertanian dengan melibatkan tenaga ahli di bidangnya; bantuan sarana dan prasarana penunjang pertanian; dan fasilitasi akses pemasaran hasil panen.
Dalam sambutannya di hadapan para petani, Mario Pranda menekankan pentingnya menciptakan sebuah sistem yang terintegrasi agar petani bisa mandiri dan sejahtera.
“Kelompok tani jagung yang didampingi ini hendaknya dibangun menjadi sebuah ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir, yang menyangkut kemudahan akses modal, penguatan produksi yang mencakup kualitas dan kuantitas, hingga kepastian pemasarannya,” ujar politisi muda itu.
Mario juga mendorong masyarakat agar mulai memusatkan konsentrasi pada budidaya jagung. Menurutnya, selain proses perawatannya yang relatif mudah, jagung juga memiliki keunggulan waktu panen karena dapat ditanam pada tiga masa tanam dalam kurun waktu satu tahun.
Untuk menjawab kekhawatiran petani terkait harga anjlok atau hasil panen yang tidak terserap pasar, Mario memberikan jaminan yang membawa angin segar bagi para anggota kelompok tani.
“Kami dari YBKH akan menjadi jaminan pemasarannya, dengan catatan sepanjang produksi jagung memiliki jumlah yang tinggi dan terus berlanjut (kontinyu), serta kualitas produksinya tetap dijaga dengan baik,” tegas Mario.
Di akhir pertemuan, Mario juga mengimbau warga Desa Watu Umpu dan sekitarnya untuk mengoptimalkan potensi lahan yang ada.
Ia berharap masyarakat dapat segera memanfaatkan lahan-lahan kosong yang saat ini belum ditanami komoditas apa pun agar dialihfungsikan menjadi lahan jagung yang produktif dan bernilai ekonomi tinggi. (*)












