Oleh: Servas Ketua (Tokoh Muda Manggarai Barat)
Medialabuanbajo.com,- Memasuki tahun baru, Kabupaten Manggarai Barat memiliki alasan kuat untuk menatap masa depan dengan optimisme yang terukur. Tahun Anggaran 2025 ditutup dengan capaian yang patut dibanggakan.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp285,17 miliar, atau 101,42 persen dari target yang ditetapkan. Pencapaian ini bukan hanya melampaui ekspektasi, tetapi juga mencatatkan rekor baru, bahkan menjadi yang tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Harapan di awal tahun ini memiliki pijakan yang kuat. Angka tersebut bukan sekadar statistik fiskal, melainkan cerminan bahwa fondasi ekonomi daerah sedang berada pada momentum positif.
Apresiasi layak diberikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi pemerintah daerah, perangkat pengelola pendapatan, pelaku usaha, dan masyarakat wajib pajak yang bersama-sama menjaga denyut ekonomi Manggarai Barat tetap bergerak sepanjang 2025.
Dominasi kontribusi Pajak Hotel dan Pajak Restoran menegaskan bahwa sektor pariwisata masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Ia sekaligus menjadi bukti bahwa aktivitas usaha dan kepercayaan pasar terhadap Manggarai Barat relatif terjaga. Namun, justru di tengah optimisme inilah sikap kehati-hatian harus dikedepankan.
Capaian PAD yang tinggi tidak boleh membuat kita terlena. Ketergantungan yang kuat pada satu sektor utama menyimpan risiko yang tidak kecil.
Pariwisata, betapapun menjanjikannya, adalah sektor yang sangat sensitif terhadap berbagai faktor, mulai dari isu keselamatan, bencana alam, hingga dinamika global yang kerap berada di luar kendali daerah.
Pengalaman beberapa waktu terakhir mengajarkan bahwa gangguan di sektor pariwisata tidak hanya berdampak pada citra destinasi, tetapi juga langsung memengaruhi stabilitas fiskal daerah.
Oleh karena itu, capaian PAD 2025 seharusnya tidak dibaca sebagai titik akhir keberhasilan, melainkan sebagai modal awal untuk membangun fondasi fiskal yang lebih kokoh dan beragam.
Tahun 2026 menghadirkan tantangan yang berbeda. Tekanan efisiensi anggaran diperkirakan semakin besar, sementara tuntutan terhadap kualitas layanan publik justru terus meningkat.
Dalam konteks ini, pemerintah daerah dituntut untuk bekerja lebih cermat, lebih kreatif, dan lebih strategis dalam mengelola sumber-sumber pendapatan.
Optimalisasi PAD tidak boleh berhenti pada Pajak Hotel dan Pajak Restoran. Pajak hiburan, pajak parkir, pajak reklame, retribusi jasa usaha, serta pemanfaatan aset daerah masih menyimpan ruang yang luas untuk diperbaiki.
Pendekatan yang dibutuhkan bukan semata menaikkan tarif, melainkan memperluas basis pajak, meningkatkan kepatuhan, dan memastikan sistem pemungutan berjalan transparan serta adil.
Di sisi lain, penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah dan optimalisasi aset strategis daerah perlu menjadi agenda yang lebih serius. BUMD tetapi harus didorong menjadi entitas bisnis daerah yang profesional dan berkontribusi nyata terhadap PAD.
Digitalisasi pengelolaan pendapatan daerah semakin diperkuat dan diperluas. Sistem yang terintegrasi akan membantu meningkatkan efisiensi, mencegah kebocoran, dan menyediakan basis data yang kuat bagi perencanaan fiskal ke depan.
Di tengah tuntutan efisiensi, langkah ini justru menjadi investasi penting untuk menjaga ketahanan keuangan daerah.
Lebih jauh, diversifikasi ekonomi menjadi kunci keberlanjutan. Sektor perikanan bernilai tambah, pertanian hortikultura, ekonomi kreatif, dan UMKM berbasis lokalitas Manggarai Barat perlu terus dikembangkan.
Meski kontribusinya terhadap PAD mungkin tidak sebesar pariwisata dalam jangka pendek, sektor-sektor ini menawarkan stabilitas dan pemerataan yang sangat dibutuhkan dalam jangka panjang.
Pada akhirnya, tantangan terbesar di tahun 2026 bukan hanya bagaimana mempertahankan atau meningkatkan angka PAD, tetapi bagaimana memastikan bahwa setiap rupiah pendapatan daerah benar-benar bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
PAD yang tinggi harus berjalan seiring dengan keadilan pajak, iklim usaha yang sehat, serta layanan publik yang semakin dirasakan manfaatnya.
Dengan semangat tahun baru, capaian PAD 2025 seharusnya menjadi sumber optimisme sekaligus pengingat, optimisme bahwa Manggarai Barat berada di jalur yang tepat, dan pengingat bahwa keberlanjutan hanya dapat dicapai melalui kewaspadaan, inovasi, serta keberanian untuk terus berbenah.
Selamat Tahun Baru. Semoga tahun ini menjadi tahun penguatan, bukan hanya dalam angka, tetapi juga dalam kualitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Manggarai Barat. (*)





