Berita  

Hasil Observasi Dinkes Mabar Soal Dugaan Keracunan MBG di Kuwus Barat

Medialabunabajo.com,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai Barat tanggapi dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat NTT.

Dinkes Mabar langsung melakukan observasi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG di Kolang, Kecamatan Kuwus Barat.

Kepala Dinkes Mabar, Adrianus Ojo menjelaskan, pihaknya mendapatkan temuan awal berdasarkan pemeriksaan cepat membran filter dan compact dry yang telah dilakukan oleh tim Dinkes.

Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa di Kuwus Mabar Dilarikan ke Puskesmas

Pertama, Inspeksi kesehatan lingkungan eksternal. Hasil inspeksi mencapai skor 94%. Menurutnha, nilai ini sangat baik dan telah memenuhi syarat standar kesehatan lingkungan (>70%).

“Hal ini menunjukkan bahwa secara umum, kondisi sanitasi lingkungan di lokasi dalam kategori baik” ungkapnya.

Kedua, pemeriksaan kualitas air. Tim telah melakukan pengujian cepat terhadap air minum dan air bersih yang digunakan. Hasil pemeriksaan menunjukkan negatif terhadap bakteri E Coli dan negatif terhadap total koliform.

“Ini mengindikasikan bahwa, berdasarkan sampel yang diuji, air bukan merupakan sumber masalah pada kejadian ini” jelasnya.

Namun, Dinkes Mabar tidak bisa melakukan pemeriksaan sampel makanan yang dikonsumsi oleh siswa saat kejadian.

“Alasan utamanya adalah tidak tersedianya sampel makanan (food sample bank) dari produksi hari kejadian” ujarnya.

Menyikapi temuan tersebut, khususnya poin ketiga tentang tidak adanya sampel makanan dan untuk mengutamakan prinsip kehati-hatian.

“Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Manggarai Barat telah mengeluarkan perintah untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan produksi dan distribusi makanan dari SPPG tersebut, hingga observasi internal dari pihak BGN dan seluruh protokol keamanan pangan dapat dipastikan telah dipatuhi sepenuh nya” tutupnya.

Sebelumnya, 124 Siswa di Kecamatan Kuwus Barat alami mual, muntah, diare dan pusing setelah santap MBG di sekolah, pada Rabu (28/01). Mereka mulai alami gejala pada malam hari. Pada (29/01) para guru arahkan siswa untuk mendapatkan perawatan di Puskesmas Golowelu, karena masih alami gejala yang sama.

Jumlah itu terdiri siswa SMAN 1 Kuwus sebanyak 34 Orang; SMP 2 Kuwus 31 Siswa; SDI Golo Bombong 31 siswa; SDI Golo Welu 2 sebanyak 20 siswa; dan SMK Kuwus 6 siswa. Namun jumlah tersebut tidak termasuk siswa yang rawat di pustu setempat.

Sementara Kepala Badan Gizi Kabupaten Manggarai Barat belum memberikan keterangan terkait persoalan ini. Media sudah berupaya menghubunginya, namun tidak direspon. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *