Medialabuanbajo.com,- Pelestarian budaya lokal di era digital terus dilakukan melalui kolaborasi antara tokoh budaya, pemerintah, dan generasi muda. Upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan teknologi serta keterlibatan langsung dalam kegiatan adat dan seni.
Salah satu tokoh budaya Manggarai, Vinsensius Jehaut, dalam wawancara menyatakan bahwa budaya telah diwariskan sejak lahir melalui adat istiadat yang terus dijaga dalam kehidupan masyarakat khususnya di wilayah pedesaan.
“Budaya tidak pernah hilang karena selalu diwariskan dari generasi ke generasi melalui ritual adat dan kebiasaan sehari-hari”. Ujarnya saat diwawancarai di Ruteng, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa kegiatan budaya seperti caci yang rutin dilaksanakan menjadi bukti bahwa generasi muda masih berperan dalam menjaga tradisi. Namun, ia juga mengakui bahwa generasi muda di perkotaan cenderung kurang mengenal budaya karena tidak mengalami langsung praktik adat dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nlai budaya sejak dini kepada anak-anak.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan, Robertus Bellarminus Nagut, mengatakan bahwa pemerinah harus melakukan berbagai upaya pelestarian budaya dengan melibatkan generasi muda secara aktif.
Program yang dijalankan meliputi pembinaan sanggar seni, festival budaya, pendataan warisan budaya, serta revitalisasi rumah adat.
“Generasi muda menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan budaya, terutama dalam sanggar dan festival,” katanya.
Dalam menghadapi perkembangan teknologi, pemerintah juga memanfaatkan media digital seperti Instagram, YouTube sebagai sarana penyebaran informasi budaya. Berbagai konten edukatif seperti video dan tutorial dibuat untuk menarik minat generasi muda.
Selain itu, pelatihan penggunaan media sosial dan pengembangan kapasitas juga diberikan kepada masyarakat, termasuk genersi muda agar mampu mempromosikan budaya secara kreatif.
Peran generasi muda juga terlihat dari keterlibatan langsung mereka. Salah satu peserta ajang Putra Putri Budaya NTT, Kevin Suwandi, mengungkapkan bahwa ia aktif mempromosikan budaya melalui media social seperti Instagram dan Tiktok.
Ia juga mengadakan workshop di sekolah dasar untuk memperkenalkan adat dan tradisi kepada siswa. Menurutnya media social menjadi alat yang efektif karena banyak digunakan oleh kalangan muda saat ini.
Meski demikian, pelestarian budaya di era digital masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah anggapan sebagian generasi muda bahwa budaya kurang menarik atau tidak relavan denga perkembangan zaman.
Hal ini mendorong perlumya inovasi dalam penyampaian budaya agar lebih kreatif dan mudah dipahami. Selain itu, program berbasis digital yang secara khusus menyasar generasi muda masih dalam tahap pengembangan.
Pemerintah menilai kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk komunitas budaya dan sektor pariwisata, menjadi kunci agar pelestarian budaya dapat berjalan lebih optimal.
Sebagai penutup, tokoh budaya mengingatkan generasi muda untuk tidak melupakan asal-usul mereka. Budaya bukan hanya warisan, tetapi juga identitas yang harus dijaga dan dilestarikan ditengah arus moderenisasi. (*)
Penulis: Geraldus K.K Danggur ; Feansiska K. Suriyanti ; Alberthine I Bero; Ocalia Deflora Emon












