Berita  

SPPG Golo Dukal 2 Launching MBG untuk Pemenuhan Gizi Kelompok B3

Medialabuanbajo.com,- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Golo Dukal 2 resmi memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan meluncurkan distribusi untuk Kelompok B3.

Kelompok B3 meliputi Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui yang menjadi prioritas utama dalam upaya penurunan stunting dan peningkatan status gizi masyarakat.

Saat launching, SPPG Golo Dukal 2 memberikan 169 paket MBG untuk kelompkk B3 di Rumah Gendang, Lao, Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai NTT.

Salah seorang penerima manfaat MBG.

Kepala SPPG Golo Dukal 2, Rikardus Nogur mengatakan bahwa menu yang disiapkan untuk Kelompok B3 dirancang khusus untuk memenuhi Angka Kecukupan Gizi harian.

“Untuk posyandu Lao tadi terdiri dari Balita 100 orang, ibu hamil 27 orang dan ibu menyusui 42 orang. Pemberian MBG untuk kelompok B3 dilakukan setiap hari kedepannya, kecuali hari Minggu” katanya.

Rikardus menjelaskan, program MBG tidak hanya menyediakan makanan, tapi juga mengedukasi masyarakat tentang pola makan sehat dan gizi seimbang.

“Untuk Kelompok B3, edukasi ini sangat krusial karena berdampak langsung pada 1000 Hari Pertama Kehidupan,”

Selain aspek gizi, peluncuran MBG untuk B3 juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal. Pengadaan bahan pangan diutamakan dari petani dan UMKM setempat agar manfaat program dirasakan berlapis hingga ke tingkat komunitas.

Rikardus mengimbau masyarakat Kelompok B3 yang belum terdata agar segera melapor ke posyandu atau puskesmas terdekat untuk pendataan penerima manfaat.

Ahli Gizi SPPG Golo Dukal 2, Yulita Alfrida Haryati Jediat menjelaskan porsi dan kandungan gizi disesuaikan dengan kebutuhan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita usia 6-59 bulan. SPPG menekankan pentingnya asupan protein, zat besi, asam folat, dan kalori tambahan bagi kelompok rentan ini.

“Standar gizi, makanan yang dibagikan sudah diukur berdasarkan umur dan kebutuhan dari penerima manfaat. Makanan yang dibagikan sudah memenuhi standar gizi seimbang, guna mencukupi gizi penerima manfaat” katanya.

Ia menegaskan agar MBG harus dikonsumsi di tempat posyandu atau tidak bisa bawa pulang ke rumah, agar para kader bisa mengevaluasi secara langsung apakah makanan yang dibagikan dihabiskan, diterima baik atau tidak.

“Sebelum penerima manfaat balita mengonsumsi makanan yang sudah dibagikan, wajib mencuci mencuci tangan. Pada saat penerimaan ompreng, wajib disimpan di atas meja, tidak boleh di bawah lantai” pungkasnya.

Lurah Wali, Gregorius Yusuf menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah menginisiasi program MBG.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang sudah merencanakan program ini, karena bukan hanya untuk anak sekolah tetapi untuk kelompok B3 juga” ungkapnya.

Ia mengatakan, pembagian MBG untuk kelompok B3 sebagai wujud kepedulian negara untuk anak-anak Indonesia bahkan sejak ada dalam kandungan.

“Pemerintah sudah memperhatikan kita sejak dalam kandungan. Dengan harapan anak-anak kita bisa bertumbuh dengan baik” katanya.

Ia juga meminta kepada penerima manfaat untuk mendukung program ini hadir tepat waktu saat pembagian MBG.

“Kedepannya kita harus proaktif, ketika MBG datang kita juga harus datang tepat waktu” pungkas dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *