Berita  

Yono Jehanu Gerakan Ekonomi di Mabar dengan Sepak Bola

Medialabuanbajo.com,- Di tengah melambatnya aktivitas ekonomi akibat kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak hingga ke tingkat desa, sepak bola justru menjelma menjadi salah satu ruang yang mampu menjaga denyut ekonomi masyarakat Manggarai Barat tetap hidup.

Di balik fenomena tersebut, peran Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Manggarai Barat, Marianus Yono Jehanu, yang konsisten mendorong sepak bola tidak hanya sebagai sarana olahraga, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, turnamen sepak bola terus tumbuh dan berkembang di berbagai desa dan kecamatan di Manggarai Barat.

Lapangan sepak bola yang sebelumnya hanya menjadi tempat berolahraga kini berubah menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Ribuan penonton memadati arena pertandingan, sementara pedagang kecil, pelaku UMKM, jasa transportasi, hingga usaha-usaha mikro lainnya mendapatkan manfaat ekonomi dari setiap pertandingan yang digelar.

Fenomena tersebut dinilai tidak terlepas dari komitmen Yono Jehanu dalam menjaga ekosistem sepak bola tetap hidup di Manggarai Barat.

Di bawah kepemimpinannya, PSSI Manggarai Barat terus mendorong lahirnya berbagai kompetisi sebagai bagian dari pembinaan atlet sekaligus upaya menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Bagi Marianus, olahraga tidak boleh hanya dipandang dari aspek prestasi semata. Sepak bola harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas dan menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

“Kita terus mendorong agar sepak bola khususnya dan olahraga cabang lain pada umumnya bisa menjadi sumber pergerakan ekonomi baru di kampung-kampung. Hal ini akan terus kita dorong ke depannya sembari membina bibit-bibit atlet potensial yang dimiliki Manggarai Barat,” ungkap Yono.

Pernyataan tersebut mencerminkan visi pembangunan olahraga yang lebih progresif. Di tengah berkurangnya sejumlah program pembangunan akibat keterbatasan fiskal pemerintah, olahraga hadir sebagai sektor alternatif yang mampu menciptakan aktivitas ekonomi secara langsung di tengah masyarakat.

Setiap turnamen yang berlangsung menghadirkan efek ekonomi yang nyata. Masyarakat memanfaatkan momentum pertandingan untuk berdagang, membuka usaha sementara, menyediakan jasa transportasi, hingga menjual berbagai kebutuhan penonton dan peserta turnamen.

Perputaran uang yang terjadi mungkin tidak sebesar proyek-proyek pemerintah, namun manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat kecil.

Tidak hanya itu, keberadaan kompetisi yang berkelanjutan juga menciptakan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang olahraga.

Karena itu, sepak bola di Manggarai Barat tidak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, tetapi juga menjadi sarana pembinaan sumber daya manusia dan pembangunan karakter generasi muda.

Banyak pihak menilai, konsistensi Marianus Yono Jehanu dalam menghidupkan sepak bola telah memberikan dampak yang melampaui batas lapangan hijau.

Sepak bola kini menjadi ruang perjumpaan sosial, penguat solidaritas masyarakat, sekaligus penggerak ekonomi lokal yang tumbuh dari kampung-kampung.

Di tengah tekanan ekonomi dan terbatasnya ruang fiskal pemerintah, sepak bola telah menjadi nafas baru bagi perputaran ekonomi masyarakat Manggarai Barat. Dan di balik hidupnya gairah sepak bola tersebut, terdapat kerja keras, konsistensi, serta visi Marianus Yono Jehanu yang melihat olahraga bukan sekadar soal menang dan kalah, melainkan sebagai instrumen pembangunan masyarakat yang mampu menghadirkan harapan, peluang, dan kesejahteraan dari tingkat desa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *