Medialabuanbajo.com,— Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi umat serta pengembangan praktik pertanian berkelanjutan, Keuskupan Labuan Bajo bekerjasama dengan Yayasan Bina Nusantara mengadakan kegiatan pembekalan Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Paroki selama 2 hari.
Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif strategis BINUS yang dipimpin oleh Dr. Sekar Wulan Prasetyaningtyas, yang berfokus pada penguatan kapasitas komunitas berbasis ekonomi berkelanjutan melalui pendekatan pertanian dan kewirausahaan.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pemahaman fundamental mengenai pertanian organik melalui sesi yang dibawakan oleh Sukmi Alkausar, Direktur Aliansi Organis Indonesia. Materi ini menekankan prinsip-prinsip dasar pertanian organik, pentingnya keberlanjutan lingkungan, serta praktik-praktik ramah lingkungan yang dapat diterapkan di tingkat komunitas paroki.
Selanjutnya, sesi dilanjutkan dengan pembahasan mengenai model bisnis pertanian organik yang disampaikan oleh Prof. Arta Moro Sundjaya bersama Evelyn Hendriana, PhD.
Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bagaimana mengembangkan usaha pertanian organik yang tidak hanya berkelanjutan secara ekologis, tetapi juga layak secara ekonomi melalui pendekatan model bisnis yang inovatif dan adaptif.
Pada hari kedua, fokus kegiatan beralih pada pengembangan rencana bisnis (business plan) yang aplikatif. Materi ini dibawakan oleh Stefanus Rumangkit, M.Sc. yang memberikan panduan praktis dalam menyusun perencanaan usaha, mulai dari identifikasi peluang, analisis pasar, hingga strategi implementasi dan keberlanjutan usaha.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para anggota Komisi PSE Paroki mampu menginisiasi dan mengelola program pertanian organik yang produktif, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat dan masyarakat sekitar.
Kolaborasi antara institusi pendidikan, organisasi keagamaan, dan praktisi ini menjadi contoh nyata sinergi multipihak dalam mendorong pembangunan berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.












