Berita  

PT Surya Sejati Bantah Tampung BBM Subsidi Ilegal dari Matim

Medialabuanbajo.com,- Pemilik PT Surya Sejati, Jemy Lasmono Ndai membatah tudingan yang menyebut pihaknya menampung bahan bakar minyak (BBM) subsidi ilegal jenis solar.

Hal itu menanggapi pemberitaan sejumlah media yang menyebut PT Surya Sejati diduga menampung bahan bakar minyak (BBM) subsidi ilegal jenis solar milik Aipda J, salah seorang anggota Polres Manggarai Timur, yang dikirim dari Manggarai Timur ke Labuan Bajo. Informasi tersebut berdasarkan hasil keterangan NR, sopir dump truck yang mengangkut BBM milik Aipda J.

NR mengaku telah lima kali mengirim BBM illegal milik Aipda Jefri ke gudang PT Surya Sejati sepanjang 2025. Lima kali antar di tahun 2025, atas perintah Aipda J untuk mengantar BBM subsidi ilegal kepada salah seorang anggota Brimob berinisial H, kemudian H mengarahkan sopir untuk mengantar ke gudang PT Surya Sejati.

“Berita yang menyebut saya menampung BBM Subsidi Ilegal di gudang saya itu tidak benar. Memang sekarang ada penampungan, tetapi BBM tersebut saya beli dari hasil lelang, dari pemenang lelang oleh KPKNL barang milik Kejaksaan Manggarai Barat. Lelang dilakukan pada 21 November 2025” kata Jemy di Polres Manggarai Barat, Senin 27 April 2026.

“Nda ada (ambil BBM subsidi ilegal dari Manggarai Timur) pak. Saya membeli dari Bapak Rahmat Mulawan itu Rp8,5 ribu per liter, sesuai kesepakatan dengan beliau, karena dia menangnya jauh dibawah itu” tambah dia.

Jemy menjelaskan, pemenang lelang BBM jenis solar di Kejaksaan Negeri Manggarai Barat adalah Rahmat Mulawan sebanyak 180 Ton.

“Setelah saya bertemu dengan Balak Rahmat Mulawan, saya melakukan negosiasi untuk pembelian BBM jenis solar tersebut” ujarnya.

Pada 4 Desember 2025, Jemy membeli solar dari Rahmat Mulawan sebanyak 30 Ton, dan pada 20 Desember 2025, membeli kembali sebanyak 16 Ton.

” Total yang saya beli dari Rahmat Mulawan yaitu 46 Ton. Semua kwitansi dan bukti transfer lengkap, dan saya sudah berikan kepada penyidik Polres maupun Polda. Setahu saya ini barang sitaan dari Polda NTT dan sudah diserahkan ke Kejaksaan Manggarai barat dan dilelangkan oleh KPKNL. Itu BBM jenis solar nonsubsidi” katanya.

“Itukan solar lelang dari Kejaksaan, jadi tidak ada campur tangan dari Polres pak. Karena barang ini dilelang oleh KPKNL mewakili negara” tutupnya.

Sebelumnya, Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, membantah keras tudingan yang menyebutkan adanya keterlibatan personelnya dalam praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di wilayah hukumnya.

Pernyataan ini muncul menyusul santernya kabar mengenai oknum anggota Polres Manggarai Barat yang disebut-sebut masuk dalam radar penyelidikan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda NTT.

Sebelumnya, beredar informasi bahwa salah satu Perwira berinisial IPDA A diduga terlibat dalam jaringan distribusi BBM ilegal yang tengah diselidiki secara intensif oleh Bid Propam Polda NTT di wilayah Manggarai Raya.

IPDA A diduga bertindak sebagai “jembatan” atau penghubung antara jaringan aparat dengan pihak swasta yang menjadi muara akhir distribusi BBM Ilegal tersebut. Namun, berdasarkan hasil penelusuran dan fakta di lapangan, tuduhan tersebut dipastikan tidak berdasar.

AKBP Christian Kadang menegaskan bahwa IPDA A sama sekali tidak memiliki keterkaitan, baik secara personal maupun profesional, dengan para oknum atau kelompok yang sebelumnya telah diamankan oleh pihak Bid Propam Polda NTT.

“Setelah dilakukan kroscek terhadap fakta-fakta di lapangan, IPDA A tidak pernah terlibat atau berhubungan dengan orang-orang yang telah diamankan oleh Bid Propam Polda NTT terkait kasus BBM tersebut,” tegas AKBP Christian Kadang saat memberikan keterangan resmi, Senin (27/4).

Meski membela anggotanya dari tuduhan yang tidak berdasar, pucuk pimpinan Polres Manggarai Barat ini memastikan bahwa dirinya tidak akan menutup mata jika ditemukan pelanggaran di masa depan. Integritas institusi tetap menjadi prioritas utama.

“Terkait masalah BBM ilegal ini, saya tegaskan bahwa kami akan menindak tegas jika di kemudian hari ditemukan ada anggota yang terbukti melanggar aturan atau ikut ‘bermain-main’. Tidak ada ruang bagi pelanggar hukum di institusi ini,” pungkasnya dengan nada tegas.

Di sisi lain, AKBP Christian secara ksatria menyampaikan permohonan maaf atas adanya celah dalam pengawasan distribusi energi di wilayah hukumnya yang sempat dimanfaatkan oleh oknum-oknum nakal di luar kesatuannya.

“Kami memohon maaf atas lolosnya pendistribusian BBM ilegal di jalur Manggarai Timur hingga Labuan Bajo. Kami pastikan langkah pengawasan akan ditingkatkan secara signifikan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” ungkap perwira menengah tersebut.

Kapolres meminta masyarakat agar lebih bijak dalam memilah informasi yang beredar di jagat maya. Ia berharap warga tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak cepat termakan informasi liar yang beredar, baik di media massa maupun media sosial, sebelum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang,” imbaunya.

Saat ini, kondisi keamanan di Manggarai Barat dilaporkan tetap kondusif. Pihak kepolisian terus memperketat penjagaan di titik-titik rawan guna memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat tidak terganggu oleh praktik penyelewengan ilegal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *