Berita  

Edi Hardum Minta Hery Nabit Tak Alergi Kritik dan Baper

Medialabuanbajo.com,- Advokat sekaligus pengajar ilmu hukum pidana, Dr. Siprianus Edi Hardum, S.H., M.H., meminta Bupati Manggarai Herybertus GL Nabit tidak perlu baper dan alergi dengan kritikan.

Hal itu ia sampaikan menanggapi pemberitaan salah satu media lokal yang isinya sanggahan dan bantahan Bupati Manggarai, Heri Nabit terhadap online viva.co.id (Viva NTT) tanggal 22 Mei 2026.

Hery Nabit dalam pernyataannya dalam beri berjudul,”Hentikan ‘Kebebasan Pers yang Brutal’” menyayangkan berita Media Online Viva NTT itu.

“Saya sangat keberatan terhadap Saudara Edi Hardum yang dimuat dalam Pemberitaan tersebut, yang menyatakan bahwa saya dan istri saya melindungi Saudara Jefrin Haryanto serta menerima uang hasil korupsi sebagaimana dituduhkan”, kata Heri Nabit.

Selanjutnya Heri Nabit berencana akan melaporkan Edi Hardum ke polisi terkait hal itu pada 27 Mei 2026.

Edi Hardum mengaku tak gentar soal keputusan Hery Nabit yang akan melaporkannya ke Polisi.

“Saya tidak gentar Heri Nabit melaporkan saya ke polisi karena saya merasa tidak bersalah. Tetapi ini bukan soal salah atau benar tetapi saya perlu luruskan dan tegaskan soal pernyataan saya” ujar dia.

Edi Hardum menegaskan, dirinya tidak menuduh Bupati Hery Nabit dan istrinya melindungi Jefrin Haryanto, serta tidak menuduh Heri Nabit dan istrinya menerima aliran uang yang dituduhkan kepada Jefrin Haryanto.

Edi Hardum mengaku sudah lama sejumlah wartawan meminta komentar terkait dugaan Jefrin Haryanto menyalahgunakan anggaran di sebuah Dinas yang dipimpinnya di Manggarai Timur beberapa tahun silam.

“Awalnya saya tahan diri untuk tidak memberikan komentar. Namun, karena merasa terpanggil membangun daerah Manggarai saya pun akhirnya memberikan komentar terukur” ujar dia.

Beberapa hari belakangan, Edi Hardum mendapat informasi bahwa istri Bupati Hery Nabit, memaksa wartawan untuk mencabut berita terkait dugaan penggelapan dana yang diduga dilakukan Jefrin Haryanto di Manggarai Timur.

“Menurut informasi itu karena wartawan tidak mau cabut berita istri Bupati Heri Nabit memberikan uang kepada wartawan itu melalui seorang wartawan lainnya. Namun, sang wartawan yang menulis berita itu menolak uang yang disodorkan itu” ungkapnya.

Menurut Edi Hardum  informasi itu masih bersifat dugaan karena itu harus klarifikasi soal kebenarannya.

“Kalau informasi itu benar adanya maka diduga kuat istri Bupati menerima aliran dana itu dan patut diduga untuk menggolkan Jefrin Haryanto jadi Kepala Dinas Kesehatan Manggarai” ujarnya.

Edi Hardum menambahkan, apabila informasi itu benar maka ia meminta istri Bupati Manggarai untuk tidak melindungi orang yang diduga penjahat.

“Saya tidak langsung menuduh Jefrin Haryanto juga penjahat, tetapi diduga penjahat terkait dugaan penyimpangan dana di Manggarai Timur beberapa tahun silam” katanya.

Dalam kasus bawang yang menyeret nama nama Bupati Manggarai dan istrinya, Edi Hardum mengaku tahan diri untuk tidak memberikan komentar walaupun banyak wartawan meminta komentarnya.

Akhir-akhir ini ia juga dimintai wartawan untuk berkomentar soal proyek air minum di sebuah desa di Reok yang terbengkalai yang menyerat nama istri Bupati Manggarai, namun Edi Hardum masih tahan diri karena masih bersifat informasi yang harus didalami.

“Heri Nabit membangun Manggarai dengan menjalankan tugas sebagai bupati dan saya membangun Manggarai dengan kritikan yang konstruktif. Kritikan seperti ini tentu sangat membantu pemerintah dalam mengambil keputusan, oleh karena itu  saya pikir tidak perlu baper” katanya.

“Hery Nabit kalau menjadi kepala daerah yang sukses dan menjunjung demokrasi tak alergi termasuk kritik” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *